Selasa, 20 Oktober 2020

 

OPTIMALISASI KOMUNITAS PARENTING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LAYANAN PAUD

 

 

PENDAHULUAN

A.Latarbelakang

               

                Upaya yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan di ranah dunia  Pendidikan menjadi perhatian yang utama pada saat ini, dan menjadi pokok bahasan yang tiada habis terus ditelaah untuk satu tujuan yaitu kondisi yang ke depan semakin baik dalam kualitas maupunkuantitas sehingga dapat dimanfaatkan semuanya.Kebutuhan akan pendidikan bukanlah hal yang sekarang dianggap istimewa yang hanya akan dapat dinikmati oleh sebagian orang saja,  mereka dari semua lapisan masyarakat mempunyai hak dan kepentingan yang sama dalam pendidikan.

 Setiap manusia menempatkan  pendidikan menjadi yang sangat esensi bagi kehidupanya sekarang nanti bahkan mendatang sehingga tidak dibatasi usia tempat maupun asal muasal, sebagaimana yang termaktub dalam undang-undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa   jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Jalur pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu formal, nonformal, dan informal (pasal 1 : 7).

Keberadaan layanan PAUD saat ini sebagai layanan standar  minimal memang sudah sangat bisa dimengerti semua pihak untuk terus memacu diri dalam memperbaiki kualitas layanan.Sementara ini layanan masih di mengandalkan pihak satuan pendidikan saja, bebannya  jadi lebih besar. Kondisi yang demikian kadang membuat penyelenggara maupun penyelenggaraannya dilaksanakan dengan asal-asalan, sangat mungkin kiranya hal tersebut terus dibenahi dengan kesediaan untuk berubah kearah kemajuan yang signifikan sehingga dapat dipertanggungjawabkan dari sisi pemanfaat program pemberi program maupun sasaran program.

Kondisi yang demikianlah kiranya peran penilik seperti halnya diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan tersebut mengatur  bahwa fungsi pengawasan pada layanan PAUD dilakukan oleh penilik yang sekaligus berlaku aktif dalam pengendalian mutu program.

Dengan demikian keberhasilan layanan PAUD salah satu di antaranya bergantung kepada Penilik. Penilik memiliki peran strategis dan bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan Penjaminan mutu PAUD Sebagai penjamin mutu program, Penilik  dituntut  mampu melakukan kegiatan dari pemantauan, penilaian maupun pembimbingan terhadap pelaksanaan layanan PAUD baik itu untuk secara  kesatuan pendidikanan maupun tenaga kependidikannya  sehingga mutu/kualitas memenuhi standar yang ada.

Standarisasi layanan PAUD sabagai salah satu jenis layanan PAUD sudah diatur oleh permendikbud no 137 tahun 2017, yang dengan lengkap sudah memaparkan bagaimana seharusnya satuan  PAUD diselenggarakan dengan berkualitas. Mutu  layanan PAUD tidak hanya ditentukan baik ditinjau secara kesatuan pendidikanan maupun tenaga pendidik dan kependidikannya tetapi juga oleh stakeholdernya itu sendiri, diantaranya adalah orangtua yang memiliki peranan penting dalam keberhasilan pendidikan Anak Usia  Dini (AUD).

Realitas yang ada amat sangat menyedihkan orangtua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya pada satuan pendidikan dan guru, sehingga  jika yang terjadi anak nakal anak bodoh ataupun bahkan anak gagalpun jadi tanggung jawab dari satuan pendidikan dan guru.

Suatu keadaan yang ironis memang jika ditinjau dari waktu yang di habiskan anak di sekolah dan di rumah tidak sampai 1 : 4 dari 24 jam,artinya orangtualah yang seharusnya lebih banyak waktu aksesnya pada anak.Dengan demikian perlulah kiranya orangtua diberikan kesempatan memberikan lebih banyak waktu dan perhatiannya pada anak-anaknya mulai usia dini sehingga tumbuh kembangnya dapat optimal.Fakta lain menunjukkan bahwa para orangtua menyerahkan anak pada sekolah karena kurang pemahaman orang tua pada  pendidikan untuk itu menjadi penting membelajarkan orangtua dalam proses pendidikan anak usia dini

Gagasan kegiatan ini pun muncul dilatarbelakangi oleh kondisi yang demikian tadi,Kegiatan ini berupa penyadaran orang tua akan pentingnya pemahaman dan pola asuh yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kegiatan ini juga dimaksudkan  untuk menumbuhkan keterpaduan antara satuan pendidikan pendidikan dengan rumah/keluarga dalam hal ini adalah orangtua. Sejalan dengan hal ini, Pierre Senjaya (2011) memperkenalkan PTP (positive triangle program) yaitu piramida yang menunjukkan keterpaduan antara sekolah, orang tua, dan anak.

Penilik sebagai penjamin mutu diharapkan mampu lebih banyak berbuat untuk mewujdkan terselenggaranya Layanan PAUD dengan baik,dapat memberikan layanan pembimbingan pada orangtua,baik reguler/rutin maupun insidental secara langsung maupun tidak langsung.

Kegiatan ini melibatkan orangtua yang pada umumnya masih minim pengetahuannya, perlu kiranya penilik merancang sebuah program kegiatan yang memberdayakan orangtua / wali anak PAUD dengan program yang sifatnya memberikan dukungan secara aktif pada  orangtua untuk  membangun kebersamaan persepsi dengan pihak satuan pendidikan pada layanan PAUD dalam penyelenggaraannya.

Kebersamaan persepsi dapat dibangun dari komunikasi  antara satuan PAUD dengan Orangtua /wali anak  dalam bentuk komunikasi positif. Konsep “ take and give “ antara orangtua dan satuan pendidikan harus maksimal maka sangat diperlukan, program yang mewadahi orangtua /wali dalam bentuk Komunitas yang tidak terkesan formil tapi mengikat secara emosional, karena adanya  tujuan yang sama yang diharapkan.

Untuk itu Penilik dapat memfasilitasi program tersebut sebagai kelanjutan dari serangkaian tupoksinya, dimana dapat mengatasi berbagai hal yang jadi kendala dalam penyelenggaran dan hasil dari PAUD itu sendiri.Maka untuk itu diperlukan kegiatan yang tercover dalam konsep Optimalisasi Komunitas Parenting sebagai Upaya Peningkatan Mutu Layanan PAUD.

B.Masalah

            Bagaimana kegiatan Optimalisasi Komunitas Parenting sebagai Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Layanan PAUD di kecamatan Boyolangu.

 

PEMBAHASAN

A.Konsep Komunitas Parenting

Konsep ini berawal dari kebiasaan para orangtua wali murid yang biasanya menunggui anak-anaknya dalam mengikuti proses pembelajaran di satuan pendidikan.

Keterselenggaraan PAUD masih sangat lekat dengan keberadaan peran orangtua/wali karena biasanya masih banyak orangtua yang menunggu anak selama masa pembelajaraan. Para orangtua/wali seringkali terlihat dalam bentuk  kelompok –kelompok kecil yang  saling berbincang tentang banyak hal.Perbincangan disela-sela waktu menunggu anak tersebut muncullah banyak topik perbincangan dari kecemasan-kecemasan tentang program satuan pendidikan, anak, pakaian, kesehatan,  kebutuhan menjadi perbincangan yang menarik kadang beberapa permasalahan ataupun pertanyaan muncul tanpa ada solusi atau pencerahan.

Dari seputar obrolan orangtua, diangkatlah sebuah nilai lain untuk mencapai solusi dengan meningkatkan Kualitas dari keberadaan kelompok-kelompok tersebut dalam kominikasi positif yang dapat terbangun dari orangtua dan satuan pendidikan layanan PAUD dalam wujud Komunitas

Segala keterikatan dalam kegemaran,preferensi,kebutuhan, dan sejumlah kondisi-kondisi lainya yang ada pada individu-individu membentuk Komunitas, yang dalam bahasa asalnya yaitu bahasa latin “ communitas “ yang berarti “ Kesamaan “.

Bahkan dalam perkembangannya Komunitas yang oleh Crow dan allan dibagi dalam 3 Komponen :

1.      Komunitas berdasarkan lokasi/tempat,Komunitas dapat dilihat dari tempat dari sekumpulan orang mmpunyai sesuatu yang sama dalam geografis saling mengenal dan berintraksi srta berkontribusi satu sama lain.

2.      Komunitas berdasarkan minat,Komunitas yang didirikan atas dasar minat yang sama.

3.      Komunitas berdasarkan komuni, Komunitas yang berdiri dari ide dasar yang dapat mendukung Komunitas itu sendiri

Dengan demikian Komunitas yang dimaksudkan disini tentulah beranggotakan orangtua/wali anak PAUD yang terhimpun dalam wadah dan mempunyai tujuan  sama yang mendukung keberadaan dari Komunitas itu sendiri

Sedangkan yang dimaksud parenting itu sendiri adalah keorangtuaan sebagaiman arti dari asal bahasanya yaitu “ parent dalam bahasa inggris berarti “ Orangtua “.

Komunitas parenting ini dimaksudkan untuk menjadi wahana atau wadah komunikasi positif dalam penyelenggaraan Layanan PAUD yang akan membantu mewujudkan  pendidikan anak usia dini yang lebih baik.

Substansi dari Komunitas parenting adalah mencarikan solusi segala permasalahan yang terjadi diseputar anak usia dini, tumbuh kembang maksimal, proses pembelajaran berkelanjutan, kebutuhan kesehatan terjamin.

B.Tahapan Kegiatan

 

            Tahapan kegiatan   Komunitas parenting  mengikuti alur yang sangat fleksible tapi juga terprogram supaya  terukur hasilnya.Tahap-tahap kegiatan ini meliputi :

1.      Identifikasi masalah dan kebutuhan

            Tahap pertama yang dilakukan melihat fenomena dan realita lingkungan dimana orangtua wali murid masih banyak yang belum memahami essensi pendidikan anak usia dini,bagaimana tumbuh kembang anak usia dini,keamanan dan keselamatan bagi anak.Dengan demikian orangtua dapat juga mengevaluasi kegiatan satuan pendidikan dan memberikan masukan bahkan informasi untuk satuan pendidikan dan mampu menindaklanjuti proses yang telah berlangsung di satuan pendidikan dalam keluarga dan lingkungan, ada kesinambungan pembelajaran dari satuan pendidikan ke rumah demikian juga sebaliknya dari dari rumah ke satuan pendidikan.

2.      Perencanaan

-      Melakukan koordinasi dengan satuan Pendidikan PAUD yang menjadi  binaan, sehingga tidak memberikan kebingungan bahkan dapat menyatukan visi   bersama meningkatkan mutu PAUD sebagai satuan pendidikan.

-      Menyiapkan perangkat, berupa susunan kepengurusan, program kerja dan kumpulan materi terinci   yang akan digunakan  dalam  kegiatan baik untuk kegiatan  langsung maupun  tidak  langsung dengan sekolah antar orangtua maupun pihak lain terkait.

-      Menetapkan sasaran dengan membuat jadwal kegiatan di satuan-satuan pendidikan PAUD yang menjadi binaan.Pelakasanaan dibuat bergilir sehingga pengawas dapat tetap menghandle program secara tepat.

-      Menyiapkan pemberi materi dengan berkoordinasi dengan satuan pendidikan, komite , Stake holder lintas sektoral baik  itu  penyuluh PPKB maupun bidan/puskesmas setempat dan  narasumber teknis (NST) yang terkait.

3.      Pelaksanaan

            Pada tahap ini,merupakan implementasi dari rincian perencanaan kegiatan yang diwujudkan dalam 2 (dua) bentuk kegiatan.

a)      Kegiatan Komunitas parenting dalam bentuk interaksi cara langsung

Pelaksanaan tahap ini,di wujudkan dalam bentuk diskusi yang dikelola oleh pengawas dengan memasuki kelompok orangtua wali murid yang biasanya mengelompok untuk membahas masalah-masalah keorangtuaan/ parenting yang sudah disiapkan sebagai bahan diskusi.

b)      Kegiatan Komunitas  parenting dalam bentuk interaksi tidak langsung tidak langsung

Bentuk konkritnya adalah pemanfaatan papan parenting yang di sematkan di area satuan Pendidikan  PAUD berupa saran,  curhatan orangtua maupun pihak satuan pendidikan  dalam kegiatan Komunitas  parenting. Sedangkan  bentuk curahan maupun saran tersebut berupa lefleat atau poster yang di lekatkan dipapan parenting . Leaflet  maupun poster akan diberikan,dan dapat ditanggapi oleh para orangtua,guru  ataupun siapa saja yang mempunyai perhatian pada kasus yang sedang dipublikasikan,berikut tanggapan dari Guru atau warga satuan Pendidikan maupun orangtua/wali. Begitupun dengan penilik sebagai pembawa materi akan dapat menanggapinya sebagai pengendali program Komunitas parenting ini. Lefleat yang terpasang pada dinding sudut pengumuman dapat terpasang sampai masa dimana akan terlaksana proses komunikasi dari Penilik dan orangtua/wali  maupun satuan pendidikan.

4.      Evaluasi kegiatan

   Tahapan berikutnya adalah evaluasi, yang dilakukan 3  bulan sekali diadakan kegiatan temu muka semua komponen dari Komunitas parenting .Hasil dari pertemuan menjadi bahan rujukan bagi semua pihak untuk rencana tindak lanjut.Evaluasi ini akan memberikan solusi perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan.Proses dilapangan dikaji untuk dimanfaatkan sebagai acuan kegiatan-kegiatan berikutnya sehingga dapat lebih baik lagi.Salam Penilik Jaya.....(E.Sugistina,Penilik PAUD TA)

S

2 komentar:

  1. Kereeen, Sangat menginspirasi Penilik yang lain untuk fokus pada tugas pokok dan fungsinya. Salam literasi

    BalasHapus

  OPTIMALISASI KOMUNITAS PARENTING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LAYANAN PAUD     PENDAHULUAN A.Latarbelakang                  ...