OPTIMALISASI
KOMUNITAS PARENTING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LAYANAN PAUD
PENDAHULUAN
A.Latarbelakang
Upaya yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan di ranah dunia Pendidikan menjadi perhatian yang utama pada saat ini, dan menjadi pokok bahasan yang tiada habis terus ditelaah untuk satu tujuan yaitu kondisi yang ke depan semakin baik dalam kualitas maupunkuantitas sehingga dapat dimanfaatkan semuanya.Kebutuhan akan pendidikan bukanlah hal yang sekarang dianggap istimewa yang hanya akan dapat dinikmati oleh sebagian orang saja, mereka dari semua lapisan masyarakat mempunyai hak dan kepentingan yang sama dalam pendidikan.
Setiap manusia
menempatkan pendidikan menjadi yang
sangat esensi bagi kehidupanya sekarang nanti bahkan mendatang sehingga tidak
dibatasi usia tempat maupun asal muasal, sebagaimana yang termaktub dalam
undang-undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan
bahwa jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk
mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan
tujuan pendidikan. Jalur pendidikan dibagi menjadi tiga yaitu formal,
nonformal, dan informal (pasal 1 : 7).
Keberadaan layanan PAUD saat ini sebagai layanan standar minimal memang sudah sangat bisa dimengerti
semua pihak untuk terus memacu diri dalam memperbaiki kualitas layanan.Sementara ini layanan masih di mengandalkan pihak
satuan pendidikan saja, bebannya jadi
lebih besar. Kondisi yang demikian kadang membuat
penyelenggara maupun penyelenggaraannya dilaksanakan dengan asal-asalan, sangat
mungkin kiranya hal tersebut terus dibenahi dengan kesediaan untuk berubah
kearah kemajuan yang signifikan sehingga dapat dipertanggungjawabkan dari sisi
pemanfaat program pemberi program maupun sasaran program.
Kondisi
yang demikianlah kiranya peran penilik seperti halnya diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 32 Tahun 2013 tentang
Standar Nasional Pendidikan. Peraturan tersebut mengatur bahwa fungsi pengawasan pada layanan PAUD dilakukan oleh penilik yang sekaligus berlaku aktif dalam pengendalian mutu program.
Dengan
demikian keberhasilan layanan
PAUD salah satu di antaranya bergantung
kepada Penilik. Penilik
memiliki peran strategis dan bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan Penjaminan
mutu PAUD
Sebagai penjamin mutu
program, Penilik dituntut mampu melakukan kegiatan dari pemantauan, penilaian
maupun pembimbingan terhadap pelaksanaan layanan PAUD baik itu untuk secara kesatuan
pendidikanan
maupun tenaga kependidikannya sehingga
mutu/kualitas memenuhi standar yang ada.
Standarisasi layanan PAUD sabagai salah satu jenis layanan PAUD sudah
diatur oleh permendikbud no 137 tahun 2017, yang dengan lengkap sudah memaparkan
bagaimana seharusnya satuan
PAUD
diselenggarakan dengan berkualitas. Mutu
layanan PAUD tidak hanya
ditentukan baik ditinjau
secara kesatuan pendidikanan maupun tenaga pendidik dan kependidikannya
tetapi juga oleh stakeholdernya
itu sendiri, diantaranya
adalah orangtua yang memiliki peranan penting dalam keberhasilan pendidikan
Anak Usia Dini (AUD).
Realitas
yang ada amat sangat menyedihkan orangtua menyerahkan sepenuhnya pendidikan
anaknya pada satuan pendidikan dan guru, sehingga jika yang terjadi anak nakal anak bodoh
ataupun bahkan anak gagalpun jadi tanggung jawab dari satuan pendidikan dan guru.
Suatu
keadaan yang ironis memang jika ditinjau dari waktu yang di habiskan anak di
sekolah dan di rumah tidak sampai 1 : 4 dari 24 jam,artinya orangtualah yang
seharusnya lebih banyak waktu aksesnya pada anak.Dengan demikian perlulah
kiranya orangtua diberikan kesempatan memberikan lebih banyak waktu dan
perhatiannya pada anak-anaknya mulai usia dini sehingga tumbuh kembangnya dapat
optimal.Fakta lain menunjukkan bahwa para orangtua menyerahkan anak pada
sekolah karena kurang pemahaman orang tua pada pendidikan untuk itu menjadi penting
membelajarkan orangtua dalam proses pendidikan anak usia dini
Gagasan
kegiatan ini pun muncul dilatarbelakangi oleh kondisi yang demikian
tadi,Kegiatan ini berupa penyadaran orang tua akan pentingnya pemahaman dan
pola asuh yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kegiatan ini juga
dimaksudkan untuk menumbuhkan
keterpaduan antara satuan pendidikan pendidikan dengan rumah/keluarga dalam hal
ini adalah orangtua. Sejalan dengan hal ini, Pierre Senjaya (2011)
memperkenalkan PTP (positive triangle program) yaitu piramida yang
menunjukkan keterpaduan antara sekolah, orang tua, dan anak.
Penilik
sebagai penjamin mutu diharapkan mampu lebih banyak berbuat untuk mewujdkan
terselenggaranya Layanan PAUD
dengan baik,dapat memberikan layanan pembimbingan pada orangtua,baik
reguler/rutin maupun insidental secara langsung maupun tidak langsung.
Kegiatan
ini melibatkan orangtua yang pada umumnya masih minim pengetahuannya, perlu kiranya penilik merancang sebuah program
kegiatan yang memberdayakan orangtua / wali anak PAUD dengan
program yang sifatnya memberikan dukungan secara aktif pada orangtua untuk membangun kebersamaan persepsi dengan pihak satuan
pendidikan pada layanan PAUD dalam
penyelenggaraannya.
Kebersamaan
persepsi dapat dibangun dari komunikasi
antara satuan PAUD
dengan Orangtua /wali anak dalam bentuk
komunikasi positif. Konsep “ take and give “ antara orangtua dan satuan pendidikan
harus maksimal maka sangat diperlukan, program yang mewadahi orangtua /wali
dalam bentuk Komunitas yang tidak terkesan formil tapi mengikat secara
emosional, karena
adanya tujuan yang sama yang diharapkan.
Untuk
itu Penilik dapat memfasilitasi program tersebut sebagai kelanjutan dari
serangkaian tupoksinya, dimana dapat mengatasi berbagai hal yang jadi kendala
dalam penyelenggaran dan hasil dari PAUD itu sendiri.Maka untuk itu diperlukan kegiatan
yang tercover
dalam konsep Optimalisasi Komunitas
Parenting sebagai Upaya Peningkatan Mutu Layanan PAUD.
B.Masalah
Bagaimana kegiatan Optimalisasi Komunitas Parenting
sebagai Sebagai Upaya
Peningkatan Mutu Layanan PAUD
di kecamatan Boyolangu.
PEMBAHASAN
A.Konsep
Komunitas Parenting
Konsep
ini berawal dari kebiasaan para orangtua wali murid yang biasanya menunggui
anak-anaknya dalam mengikuti proses pembelajaran di satuan pendidikan.
Keterselenggaraan
PAUD masih sangat
lekat dengan keberadaan peran orangtua/wali karena biasanya masih banyak
orangtua yang menunggu anak selama masa pembelajaraan. Para
orangtua/wali seringkali
terlihat dalam bentuk
kelompok –kelompok
kecil yang saling berbincang tentang banyak
hal.Perbincangan disela-sela waktu menunggu anak tersebut muncullah banyak
topik perbincangan dari kecemasan-kecemasan tentang program satuan pendidikan, anak,
pakaian, kesehatan, kebutuhan menjadi
perbincangan yang menarik kadang beberapa permasalahan ataupun pertanyaan
muncul tanpa ada solusi atau pencerahan.
Dari
seputar obrolan orangtua, diangkatlah sebuah nilai lain untuk mencapai solusi
dengan meningkatkan Kualitas dari keberadaan kelompok-kelompok tersebut dalam
kominikasi positif yang dapat terbangun dari orangtua dan satuan pendidikan layanan PAUD dalam wujud Komunitas
Segala
keterikatan dalam kegemaran,preferensi,kebutuhan, dan sejumlah kondisi-kondisi
lainya yang ada pada individu-individu membentuk Komunitas, yang dalam bahasa
asalnya yaitu bahasa latin “ communitas “ yang berarti “ Kesamaan
“.
Bahkan
dalam perkembangannya Komunitas yang oleh Crow dan allan dibagi dalam 3
Komponen :
1. Komunitas
berdasarkan lokasi/tempat,Komunitas dapat dilihat dari tempat dari sekumpulan
orang mmpunyai sesuatu yang sama dalam geografis saling mengenal dan berintraksi
srta berkontribusi satu sama lain.
2. Komunitas
berdasarkan minat,Komunitas yang didirikan atas dasar minat yang sama.
3. Komunitas
berdasarkan komuni, Komunitas yang berdiri dari ide dasar yang dapat mendukung Komunitas
itu sendiri
Dengan
demikian Komunitas yang dimaksudkan disini tentulah beranggotakan orangtua/wali
anak PAUD
yang terhimpun dalam wadah dan mempunyai tujuan sama yang mendukung keberadaan dari Komunitas
itu sendiri
Sedangkan yang dimaksud parenting itu
sendiri adalah keorangtuaan sebagaiman arti dari asal bahasanya yaitu “ parent
“ dalam bahasa inggris berarti “
Orangtua “.
Komunitas
parenting ini dimaksudkan untuk menjadi wahana atau wadah komunikasi positif
dalam penyelenggaraan Layanan
PAUD yang akan membantu mewujudkan pendidikan anak usia dini yang lebih baik.
Substansi
dari Komunitas parenting adalah mencarikan solusi segala permasalahan yang
terjadi diseputar anak usia dini, tumbuh kembang maksimal, proses pembelajaran
berkelanjutan, kebutuhan kesehatan terjamin.
B.Tahapan
Kegiatan
Tahapan kegiatan Komunitas parenting mengikuti alur yang sangat fleksible tapi
juga terprogram supaya terukur
hasilnya.Tahap-tahap kegiatan ini meliputi :
1.
Identifikasi masalah dan
kebutuhan
Tahap pertama yang dilakukan melihat
fenomena dan realita lingkungan dimana orangtua wali murid masih banyak yang
belum memahami essensi pendidikan anak usia dini,bagaimana tumbuh kembang anak
usia dini,keamanan dan keselamatan bagi anak.Dengan demikian orangtua dapat
juga mengevaluasi kegiatan satuan pendidikan dan memberikan masukan bahkan
informasi untuk satuan pendidikan dan mampu menindaklanjuti proses yang telah
berlangsung di satuan pendidikan dalam keluarga dan lingkungan, ada
kesinambungan pembelajaran dari satuan pendidikan ke rumah demikian juga
sebaliknya dari dari rumah ke satuan pendidikan.
2.
Perencanaan
-
Melakukan koordinasi
dengan satuan Pendidikan PAUD yang menjadi binaan, sehingga tidak memberikan
kebingungan bahkan dapat menyatukan visi
bersama meningkatkan mutu PAUD
sebagai satuan
pendidikan.
-
Menyiapkan perangkat, berupa susunan
kepengurusan, program kerja dan kumpulan materi terinci yang
akan digunakan dalam kegiatan baik untuk kegiatan langsung maupun tidak langsung
dengan sekolah antar orangtua maupun pihak lain terkait.
-
Menetapkan sasaran dengan
membuat jadwal kegiatan di satuan-satuan pendidikan PAUD yang menjadi binaan.Pelakasanaan dibuat bergilir sehingga pengawas dapat
tetap menghandle program secara tepat.
-
Menyiapkan pemberi materi dengan berkoordinasi
dengan satuan pendidikan, komite , Stake holder lintas sektoral baik itu
penyuluh PPKB maupun bidan/puskesmas
setempat
dan narasumber teknis (NST) yang terkait.
3.
Pelaksanaan
Pada tahap ini,merupakan
implementasi dari rincian perencanaan kegiatan yang diwujudkan dalam 2 (dua)
bentuk kegiatan.
a)
Kegiatan Komunitas
parenting dalam bentuk interaksi cara langsung
Pelaksanaan
tahap ini,di wujudkan dalam
bentuk diskusi yang dikelola oleh pengawas
dengan memasuki kelompok orangtua wali murid yang biasanya mengelompok untuk membahas
masalah-masalah keorangtuaan/ parenting yang sudah disiapkan sebagai bahan
diskusi.
b)
Kegiatan Komunitas parenting dalam bentuk interaksi tidak langsung
tidak langsung
Bentuk konkritnya adalah pemanfaatan papan parenting
yang di sematkan di area satuan Pendidikan
PAUD berupa saran, curhatan orangtua maupun pihak satuan pendidikan dalam kegiatan Komunitas parenting. Sedangkan bentuk curahan maupun
saran tersebut berupa lefleat atau poster yang di lekatkan dipapan
parenting . Leaflet
maupun poster akan diberikan,dan dapat
ditanggapi oleh para orangtua,guru
ataupun siapa saja yang mempunyai perhatian pada kasus yang sedang
dipublikasikan,berikut tanggapan dari Guru atau warga satuan Pendidikan maupun orangtua/wali.
Begitupun dengan penilik
sebagai pembawa materi
akan dapat menanggapinya sebagai pengendali program Komunitas parenting ini. Lefleat yang terpasang
pada dinding sudut pengumuman dapat terpasang sampai masa dimana akan terlaksana
proses komunikasi dari Penilik dan orangtua/wali maupun satuan pendidikan.
4. Evaluasi kegiatan
Tahapan berikutnya adalah evaluasi, yang dilakukan 3 bulan sekali diadakan kegiatan temu muka semua komponen dari Komunitas parenting .Hasil dari pertemuan menjadi bahan rujukan bagi semua pihak untuk rencana tindak lanjut.Evaluasi ini akan memberikan solusi perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan.Proses dilapangan dikaji untuk dimanfaatkan sebagai acuan kegiatan-kegiatan berikutnya sehingga dapat lebih baik lagi.Salam Penilik Jaya.....(E.Sugistina,Penilik PAUD TA)
S
Mangteubz.....
BalasHapusKereeen, Sangat menginspirasi Penilik yang lain untuk fokus pada tugas pokok dan fungsinya. Salam literasi
BalasHapus